Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung sukses menyelenggarakan Guest Lecture dengan tema “The Role of Technology in Science Education: Challenges and Opportunities” pada Senin (29/07/2024). Acara yang bertempat di Ruang Teater Lantai 2 Gedung Academic & Research Center ini menghadirkan dua narasumber ahli, yakni Prof. Konstantinos Ravanis dari University of Patras, Yunani, dan Fajrul Falah, S.Si., M.Sc.
Dalam sesi ini, Prof. Konstantinos Ravanis membawakan materi bertajuk “Trajectories in the Space and Time of the Development of Science Education” (Lintasan dalam Ruang dan Waktu Perkembangan Pendidikan Sains). Beliau mengupas berbagai aspek penting terkait pendidikan sains di hadapan para mahasiswa dan dosen dari Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Pendidikan Biologi UIN RIL.
Materi Seminar yang Disampaikan
Prof. Ravanis memberikan pemaparan mendalam dalam beberapa sesi berikut:
- Definisi dan Ruang Lingkup Pendidikan Sains (2 JP)
- Sejarah Perkembangan Pendidikan Sains dan Kurikulumnya (2 JP)
- Pendidikan Sains dalam Berbagai Wilayah dan Waktu (2 JP)
- Guru Sains Berorientasi Abad 21 (2 JP)
- Diskusi dan Tanya Jawab (2 JP)
Total keseluruhan sesi mencakup 10 Jam Pelajaran (JP), memberikan wawasan komprehensif tentang perkembangan dan tantangan yang dihadapi pendidikan sains dari perspektif lintas ruang dan waktu.
Antusiasme Peserta
Peserta dari Program Studi Pendidikan Fisika dan Pendidikan Biologi, baik mahasiswa maupun dosen, menunjukkan antusiasme yang tinggi selama acara berlangsung. Diskusi interaktif dan sesi tanya jawab menjadi momen menarik di mana peserta dapat menggali lebih dalam tentang strategi pembelajaran biologi, fisika, dan integrasi teknologi dalam pendidikan sains.
Untuk informasi lebih lanjut dan akses materi dari seminar ini, peserta dapat mengunduh dokumen melalui tautan berikut.
Guest Lecture ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi civitas akademika UIN RIL, khususnya di Program Studi Pendidikan Fisika dan Pendidikan Biologi, dalam mengadopsi teknologi dan strategi inovatif dalam pembelajaran sains, menjawab tantangan pendidikan abad ke-21.